Blog

Uut Permatasari Ulas Urutan Kecelakaan yang Mengakibatkan Ayahnya Wafat Dunia
00
 

Uut Permatasari membuka urutan kecelakaan yang dihadapi ayahnya sampai mengakibatkan wafat. Menurut vokalis dangdut ini, ayahnya sudah sempat bertelepon dengannya. Tetapi saat itu dia tidak sadar jika itu jadi firasat.

“Jadi gini alurnya yang pertama, saya sudah telpon-teleponan kan, sama papi ‘Pi kelak saya ingin ke Surabaya kelak jemput saya’. Selalu pada akhirnya beliau katakan sama saya kan, telephone ‘nak, kelak jika papi tidak ada, intinya kamu mesti jagalah adek kamu’ beliau sudah pesen begitu. Selalu ‘yang sabar, janganlah lupakan solat, semua, puasa’ beliau mengajari demikian ke saya,” papar Uut Permatasari waktu dihubung, Minggu (31/3/2019).

uut_permatasari-20180705-014-busan

Malam sebelum peristiwa, giliran adik Uut yang mengobrol dengan mendiang ayahnya itu melalui telephone. Sang bapak memang mendadak memberi pesan bila wafat kelak ingin anak-anaknya yang membacakan azan. Firasat yang sangat kuat malah berlangsung pada adiknya dimana sarang burung kepunyaannya mendadak jatuh sekejap sebelum dengar jika bapak mereka alami kecelakaan.

“Saya lakoni perintahnya beliau, demikian sesudah bercakap sama saya, bercakap sama adek saya, telephone malemnya hari Jumat malem. Katakan ‘nak titip mbak-mu ya’. Selalu ia katakan ‘nak jika papi tidak ada, janganlah orang yang lain yang azanin, kamu saja, anak papi yang laki yang azanin’. Itu ngomongnya belumlah ada firasat, sehat papi saya tidak sakit. Tidak diduga, adik saya, pagi jam 6 lebih berapakah begitu, burungnya jatuh sama sangkarnya. Sesudah burungnya jatuh ia benerin burungnya tidak lama lalu, ada berita papi sudah tidak ada,” narasi Uut.

1. Ditabrak Motor selesai Solat Subuh

uut-permatasari-bahas-kronologi-kecelak-cb26b0

Uut bercerita urutan peristiwa kecelakaan yang menerpa bapak terkasih. Waktu itu ayahnya nyatanya pulang solat Subuh, ayahnya ditabrak oleh pemotor yang mengendarai dengan kecepatan demikian kencang. Bahkan juga waktu mendapatkan berita ayahnya alami kecelakaan, Uut masih tetap berfikir jika sang bapak terkasih masih tetap selamat.

“Selalu saya dikabarin, papi kecelakaan. Saya fikir masih tetap selamet. Nyatanya ingin mengemukakan ‘apa tidak ada’ itu masih tetap takut. Saya tuch bingungnya tuch papi tidak sempat sakit, tidak diduga ditabrak motor kenceng sekali yang bawa serta anak muda. Papi saya setelah solat subuh hari Sabtu itu, masih tetap pakai sarung, masih tetap pakai (pakaian) kuat, umumnya solat subuh di musola, setelah itu pulang mengambil motor. Jalan kaki dari musola samping rumah, mengambil motornya selalu papiku jalan, tidak tahu ingin ngambil obat atau apa begitu. Setelah itu ditabrak 1/2 tujuh tidak ada papiku. Habis darahnya,” jelas Uut.

2. Kehilangan Rekan Sharing

Uut mengakui jika dia demikian kehilangan ayahnya, ditambah lagi beliau adalah figur yang tetap jadi rekan sharing sampai kini. Bahkan juga ketetapannya untuk menikah dengan sang suami pula adalah dampak besar dari saran-saran oleh almarhum bapak terkasih.

“Saya jadi kaya orang pincang samping begitu. Soalnya saya jika sharing sama papi saya. Saya tidak sempat sharing sama mami saya. Sebab mami tuch jika dibawa sharing, kasihan hatinya kagetan. Jika papi saya begitu ini, bahkan juga saya menikah juga sama suami saya kesepakatan 200 % dari papi saya. Karena itu saya menikah sama suami saya. Ia katakan, sebelum nikahin saya, ia katakan ‘jangan mencari suami yang kaya, yang miliki jabatan, atau simak pangkat, atau simak mukanya yang ganteng. kamu mencari yang bisa saja imam, yang soleh, yang dapat bawa serta kamu dunia akhirat. Kelak itu pemimpin kamu, nak’. Beliau berkata demikian,” pungkasnya.