Blog

Penembakan New Zealand Membuat Prilly Latuconsina Nangis Ingat Bapak
00
 

Tindakan penembakan di dua masjid Selandia Baru (New Zealand) di hari Jumat (15/3) tempo hari tersisa duka yang demikian mendalam. Sang aktor pembantaian ini ialah seseorang pria asal Australia bernama Brenton Tarrant. Seseorang diri Dia menghabisi beberapa puluh nyawa tiada ampun memakai senjata api yang dimilikinya.

Dibalik narasi mengerikan itu, ada satu narasi yang membuat mengiris hati. Didapati bila seseorang kakek bernama Daod Nabi mempersilakan masuk sang teroris ke masjid dengan begitu santun serta tanpa perasaan berprasangka buruk apa pun. Nahas, pria berumur 71 tahun itu langsung ditembak mati dalam tempat.

penembakan-new-zealand-bikin-prilly-lat-90fda7

Tindakan ini pasti tersisa duka yang demikian besar buat semua publik dalam dunia. Perihal sama pun diutarakan oleh Prilly Latuconsina lewat satu posting di account Instagram-nya.

1. Ingin Wafat di Masjid

Lebih spesifik, Prilly memberikan pujian pada almarhum Daod yang jadi salah satunya korban dari pembantaian itu. Karena sangat kagumnya dengan figur itu, bintang film DANUR ini mengakui nanti ingin wafat dengan kondisi baik juga.

“He’s so beautiful. Senyuman yang berada di mukanya menggambarkan Islam yang sebetulnya. Damai serta penuh cinta. Mudah-mudahan saya dapat wafat dengan kondisi yang baik seperti beliau, dalam kondisi suci sebab masih tetap terbasuh air whudu, harum serta yang tentu ingat pada Allah WT. Aamiin,” catat Prilly pada postingannya.

prillylatuconsinaig18032019

2. Nangis Ingat Papah

Penembakan di Selandia Baru tinggalkan satu trauma sendiri pada figur Prilly. Dia sudah sempat tidak dapat berhenti menangis serta cemas saat ingat sang bapak yang tetap salat di masjid.

prillylatuconsinaig18032019a

“Mudah-mudahan Allah tetap membuat perlindungan kita semua. Dari tempo hari nangis serta takut jadi satu sebab tetap ingat Papaku ialah orang yang tetap salat di Masjid. Dalam kondisi menekan saja harus tetap mencari Masjid. Lantas karenanya ada peristiwa semacam ini rasa-rasanya takut lihat ia pergi ke Masjid. Tetapi kembali lagi mengingat ‘Hasbunallah, ‘Wa Ni’mal Wakiil’, cukup Allah jadi penolong kami serta Allah sebaik-baiknya Sandaran. Mudah-mudahan kita semua, apa pun Agamanya, Apa pun Rasnya, Dimana saja tempat tinggalnya, mudah-mudahan kita tetap di Jagalah oleh Allah SWT. Aamiin. (TERRORISM HAS NO RELIGION!, We are MUSLIMS and our religion ISLAM is all about PEACE, CHARITY & BROTHERHOOD),” catat Prilly dalam suatu posting lainnya.