Blog

Mario Teguh akui Kis sebagai anak dalam pernikahannya, namun…
00
 





Konflik Mario Teguh dengan Ario Kiswinar Teguh masihlah belum temukan ujungnya. Sesudah pihak Kiswinar melaporkan Mario ke polisi, saat ini giliran Mario yang lakukan jumpa pers berbarengan kuasa hukumnya, Elsa Syarief yang di gelar di lokasi Latuhahari, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Dalam pernyataan yang ditulis serta dibacakan lagi oleh Mario Teguh itu, sang motivator menyebutkan Kiswinar yaitu anak yang lahir dalam pernikahannya dengan Aryani. Tetapi ia masihlah mempertanyakan keabsahan jalinan biologis pada dianya dengan Kiswinar. Mulai sejak Aryani, bekas istrinya menyebutkan kalau Kiswinar bukanlah putranya, mulai sejak itu Mario mempertanyakan jalinan darah pada Kiswinar dengan dianya.

mario_teguh_elsa_syarief-20161010-008-kapanlagi

” Saya, Mario Teguh. Saya tak pernah tak mengaku Kiswinar sebagai anak yang dilahirkan dalam pernikahan saya dahulu dengan Ibu Aryani. Akte kelahiran yaitu dokumen sah negara yang menyebutkan hal semacam itu, serta saya tak pernah menampiknya hingga sekarang ini. Dalam pernikahan itu, saya menanti serta merindukan anak. Hingga saya bernazar kalau bila Aryani memiliki kandungan, saya bakal naik ke atap tempat tinggal serta berkokok seperti ayam jago. Dapat dipikirkan kebahagiaan saya waktu seseorang anak lahir sesuai sama doa serta harapan saya pada Tuhan, ” ungkap Mario.
” Saya merawatnya mulai sejak bayi seperti saya menjaga adik-adik saya, seperti yang di ajarkan oleh ayahanda saya. Didalam keluarga kami, bapak bertindak begitu besar dalam perawatan anak-anak pada saat bayi. Sanak yang begitu saya sayangi ini tumbuh dalam kedekatan yang membahagiakan saya. Sebagai anak lelaki yang lebih cocok untuk bermain-main dengan saya yang suka pada kegiatan fisik, ” lanjut Mario.

Tetapi dalam perjalanan pernikahannya dengan Aryani, sering berlangsung pertikaian. Serta dalam pertikaian itu Aryani senantiasa menyebutkan kalau Kiswinar tidaklah anak Mario Teguh. Menurut Mario, awalannya ia menganggap Aryani cuma emosi belaka, hingga pada akhirnya ia bertanya-tanya apakah itu benar ada.

” Awalannya saya menduga kalau itu cuma ungkapan kemarahan seseorang wanita. Namun mendekati umur Kiswinar 5 th., saya mulai terasa kalau kalimat ibu Aryani itu serius. Pada th. 1991 saya berkonsultasi dengan adik saya, Dr. Danu, seseorang ginekolog yang mengajarkan pada saya mengenai rencana fenotype, yakni analisis untuk mengira kemiripan genetis berdasar pada penampilan fisik. Lalu Dr. Danu menyarankan dikerjakannya tes DNA untuk meyakinkan keabsahan genetis Kiswinar sebagai anak saya, dalam menjawab sangkalan ibu Aryani, ” urai Mario.

Mario menyatakan, telah mulai sejak th. 1991 ia memohon pada Aryani untuk lakukan tes DNA pada Kiswinar. Tetapi permintaannya itu tidak pernah digubris oleh Aryani, hingga pada akhirnya mereka bercerai, masalah tes DNA Kiswinar sekalipun tidak pernah terwujud.

” Keinginan saya itu berjalan sepanjang dua th., hingga pada akhirnya kami bercerai pada th. 1993. Setiap saat saya memohon tes DNA pada bebrapa saat sesudah percraian juga, Ibu Aryani tetaplah menampik serta mengulang-ulang pernyataannya kalau Kiswinar bukanlah anak saya. Bikin saya sebagai seseorang bapak serta seseorang pria terasa begitu terhina. Seakan-akan saya tak layak untuk jadi bapak untuk Kiswinar, ” terangnya.