Blog

Cuma Jenderal Tito, Kapolri berani bangkitkan karir Brigjen Raja
00
 





Promosi Brigadir Jenderal (Brigjen) Raja Erizman jadi Kepala Divisi Hukum Polri memperoleh sorotan. Nama Raja pernah terseret-seret dalam masalah mafia pajak Gayus H Tambunan.

Menjabat Kadivkum bintang di pundak Raja jadi tambah jadi dua. Sesudah ditendang sebagai Direktur II Ekonomi Spesial Bareskrim Polri, nama Raja terbenam. Sepanjang nyaris enam th. dia masuk ‘kotak’.

Perubahan Kapolri dari Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) sampai Jenderal Badrodin Haiti tidak juga merubah nasib Raja. Sekian kali mutasi pangkatnya tidak pernah naik.

Sang ‘rising star’ juga semakin terbenam. Dia pernah jadi staf pakar Kapolri masa Jenderal BHD. Dua th. disana, Raja dipindahkan lagi jadi Analis Kebijakan Paling utama Bagian Sosial Budaya Staf Pakar Kapolri waktu itu Jenderal Timur Pradopo. Waktu Jenderal Sutarman jadi Kapolri juga tidak ada pergantian.

Ubah kepemimpinan nyatanya karir Raja masihlah meredup. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti lewat telegram Nomer ST/1847IX/2015 tertanggal 3 September 2015, meletakkan Raja Erizman dari Widya Iswara Mady SespimPolri Lemdikpol jadi Kasespima Polri Lemdikpol.

Saat ini, dibawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian, bintang jelas Raja perlahan-lahan bercahaya. Sampai kini tidak ada Kapolri yang menambah pangkat Raja jadi inspektur jenderal (Irjen).

” Sampai kini tak satu juga Kapolri berani mengangkat serta meletakkan Raja pada posisi strategis. Dalam masa Tito, nama Raja mencuat serta menyebabkan pro-kontra, ” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane pada merdeka. com, Jumat (7/10).

Walau sebenarnya terlebih dulu, kata Neta, ada perwira jadi pro-kontra seperti
Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto serta Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti segera dicopot Tito dari jabatannya. Karenanya Neta merekomendasikan Kapolri menerangkan argumennya ke umum.

” Hingga tak nampak pro-kontra. Mutasi ini bakal memberikan keyakinan umum kalau dalam rencana mendorong profesionalisme Polri, ” katanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan penunjukan Raja telah sesuai sama ketentuan di institusi Polri. Dia menyatakan, Korps Bhayangkara akan tidak mematikan karir anggotanya.

” Di Polri ada sebagian ketentuan, orang yang pernah berbuat permasalahan di saat lantas kita tidak matikan karirnya, ” kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/10).

Tito meyakini bila bekas Kapolres Depok itu akan melakukan perbaikan citranya yang jelek. Bahkan juga, dia meyakini bila Raja dapat bangkit serta kerjakan semuanya pekerjaan dengan baik.

” Mungkin saja dia bakal bangkit lebih cepat perbaiki citranya. Kode etik, pidana, bila telah usai sanksi hukumannya bakal dikerjakan pemutihan serta bakal siap berkompetisi lagi, ” tutur dia.

Bekas Kapolda Metro Jaya ini juga mencontohkan satu diantara masalah anggota Polri yang pernah menembak orang. Sesudah melakukan saat hukuman, anggota itu dapat melakukan perbaikan diri serta bekerja tambah baik.

” Pernah ada di Densus, ada yang pernah nembak orang, masuk penjara. Sesudah dihukum, dia terpacu untuk melakukan perbaikan diri, ” pungkas Tito.

Reply

Your email addres will not be published. All fields are required.