Blog

Bantah berlangsung pemukulan, Pangkostrad menginginkan petugas bandara ramah
00
 

 Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi diberitakan lakukan pemukulan pada seseorang petugas keamanan bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. Peristiwa itu bermula waktu petugas bandara akan mengecek barang bawaan penumpang lewat metal detector.

Menyikapi berita itu, Kepala Penerangan Kostrad Letkol Agus Bhakti tegas menyanggah ada pemukulan yang dikerjakan Pangkostrad. Dia mengaku, memanglah pada Sabtu (8/10), Pangkostrad Edy Rahmayadi ada di Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Yogyakarta.

Agus menerangkan, waktu itu Pangkostrad cuma memohon pada petugas bandara supaya lebih ramah dalam melayani penumpang. Menurut Agus, ada tatapan yang bernada ngotot dipertunjukkan petugas bandara pada jenderal bintang tiga itu.

” Namun tatapannya ngotot, dalam makna tak ramah, di situ ada Avsec, kita ada juga Danramil. Beliau mengemukakan pada petugas supaya lebih ramah pada penumpang. Tak ada pemukulan, ini mesti hati-hati, ” kata Agus waktu dihubungi merdeka. com, Minggu (9/10).

Waktu itu, Edy memanglah kenakan pakaian preman, tak memakai seragam TNI. Agus malah mempertanyakan sesungguhnya peristiwa pemukulan itu kapan serta dikerjakan oleh siapa.

” Pangkostrad di Bandara Sabtu, tuturnya peristiwanya Jumat, ” papar dia.

Sekali lagi, Agus menyatakan, tak ada makian terlebih insiden pemukulan yang dikerjakan Pangkostrad. Dia juga menyampaikan, Pangkostrad tidak memohon diistimewakan, cuma menginginkan petugas keamanan bandara lebih ramah pada calon penumpang.

” Bukanlah menyapa, cuma menginginkan, tolong bila kontrol lebih ramah, bukanlah ingin diistimewakan, beliau sebagai petinggi ingin di check seperti yang lain, namun tatapannya tak ramah, yang saya ketahui orang-orang saja tentu tak suka, terlebih beliau, bintang tiga. Sekali lagi, bukanlah minta diistimewakan, menginginkan lebih ramah, ” terang Agus.